4 Tanda Anda Harus Sudah Memiliki Asuransi Jiwa

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang apa yang saya baca dari Business Insider edisi September 2020, dan saya coba tuliskan dalam bahasa Indonesia agar mudah untuk dipahami para pembaca.

Ketika Anda masih berusia muda, boleh jadi Asuransi Jiwa tidak ada di dalam pemikiran Anda. Namun jika Anda telah berkeluarga dan memiliki orang lain yang bergantung pada diri Anda, seharusnya Asuransi Jiwa ada di dalam pemikiran Anda.

Apa sih fungsi dari Asuransi Jiwa bagi seseorang yang sudah berkeluarga atau orang yang memiliki orang lain yang bergantung kepadanya? Secara sederhana Asuransi Jiwa dapat menjadi sumber pengganti penghasilan bagi sebuah keluarga, ketika sang pencari nafkah utama terkena risiko kehidupan seperti tutup usia. Uang pertanggungan jiwa yang nilainya cukup akan membantu menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang timbul ketika si pencari nafkah hidup, dan sisanya dapat digunakan sebagai sumber dana untuk memenuhi biaya hidup keluarga yang ditinggalkan.

Inilah 4 tanda, seseorang harus memiliki Asuransi Jiwa menurut Andrew Rosen, seorang perencana keuangan.

  1. Anda sudah menikah / berkeluarga. Anda seorang pencari nafkah yang berupaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari, melalui pendapatan yang didapat setiap bulan. Anda tidak memiliki tabungan dalam jumlah yang cukup besar, Asuransi Jiwa membantu seseorang untuk menyediakannya.
  2. Anda memiliki rencana bersama pasangan atau keluarga yang bergantung pada pendapatan Anda. Walau tidak memiliki anak, Asuransi Jiwa dapat melindungi pasangan kita dari risiko hidup yang dialami oleh ‘bread winner’ alias pencari nafkah. Pasangan cenderung membuat rencana keuangan bersama-sama, seperti liburan bersama / ibadah bersama / pensiun bersama. Membuat surat cinta untuk pasangan melalui sebuah polis Asuransi Jiwa adalah sebuah bukti cinta yang nyata.
  3. Anda memiliki pendapatan. Pendapatan yang Anda peroleh setiap bulan, dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda dan sebagian kecil Anda coba sisihkan untuk kebutuhan di masa yang akan datang, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun dan sebagainya. Asuransi Jiwa membantu Anda menyiapkan sejumlah dana yang cukup besar dengan cara yang sangat terjangkau.
  4. Anda memiliki hutang KPR yang cukup besar. Jika terjadi sesuatu dengan diri kita, katakan tutup usia, seseorang harus bertanggung jawab untuk melunasi hutang KPR tersebut. Misal seseorang memiliki hutang KPR 500 juta, sudah berjalan lunas 250 juta, lalu tiba-tiba ia tutup usia. Maka keluarganya harus melunasi sisa 250 jutanya, jika tidak rumah akan disita. Keluarga yang baru saja kehilangan tulang punggung keluarga itu, dihadapkan pada kondisi harus melunasi hutang agar tidak ‘terusir’ dari rumah mereka. Dari mana uang untuk melunasi hutang KPR itu, Asuransi Jiwa adalah jawabannya. Ditambah lagi kondisi keluarga yang harus melanjutkan kehidupan, uang pertanggungan jiwa yang besar akan membantu keluarga ini untuk mengatur keuangannya agar biaya hidup per bulan dapat terpenuhi, melalui cara sederhana mendepositokan uang pertanggungan jiwa di Bank kepercayaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

"Orang sukses selalu berpikir dan berbicara tentang solusi. Sebaliknya orang gagal senantiasa berbicara dan berpikir tentang problem. Fokuskan muatan pikiran Anda untuk berpikir tentang solusi ketimbang problem."

Brian Tracy

User not found

Halo Coach WJ

Tekan Menu Bawah/Atas untuk mengedit.

Yuk.. Bantu Teman Punya Website!

Syarat & Ketentuan berlaku.

promo

40% OFF

Transfer Bank ;

Bank Mandiri

No.Rek 162-00-8000008-0

An. Laode Muhamad Abdi

 

Kirim bukti transfer ke email :

[email protected]